PAYPAL

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Wednesday, July 4, 2012

CHAIRUL TANJUNG

CHAIRUL TANJUNG

 

 

Heboh peluncuran buku biografi Chairul Tanjung, Sabtu (30/6/2012) maka saya penasaran mencari artikelnya di internet dan artikel ini adalah copas dari blog harry Suharto yang hari ini (04/07/2012) sudah tidak bisa diakses lagi, beruntung Google berhasil menjepret lamannya sebelum hilang.

 

 

CT (CHAIRUL TANJUNG) adalah lulusan SMA I Jakarta, sama dengan saya.... Tapi bukan karena itu saya tulis, tetapi karena CT sekarang termasuk konglomerat di Indonesia.

Tulisan ini saya bagi dua, tulisan pertama adalah dari awal merintis bisnis , sampai tahun 1993.
Sedangkan tulisan kedua dari 1993 sampai sekarang.

Modal CT membangun grup Para adalah peluang, pertemanan dan keringat.

Sejarah Group Para (GP) bermula dari pertemanan, tiga sekawan ,Chairul, Untung Sentausa, eksekutif bank swasta serta Aris Mulyono mendirikan PT Pariarti Sindhutama (Parshi) thn 1988.
Pabrik sepatu ini didirikan dengan investasi sekitar Rp 200 jt. Tanah CT seluas 1000m2 di Citeureup dinilai Rp 100 jt. Dua mitra CT menyetor masing2 Rp 50 jt.
Industri sepatu dipilih sebagai investasi, krn CT berkawan dgn Michael Chiam, orang Korea yang telah mengantongi order pesanan 200.000 pasang sepatu dari Simote Italia.
Itu sebabnya Parshi bisa berjalan mulus. Dengan modal L/C dari Simote Itali , CT mendapat modal kerja dari Bank Exim sebesar Rp 150 jt.

Sebenarnya , jiwa kewirausahaan sulung dari 5 bersaudara ini sudah mulai tumbuh semasa ia kuliah di Fakultas Kedokteran gigi Universitas Indonesia. Sejak masih tingkat satu, disela-sela waktu kuliahnya, CT menjual alat2 kedokteran.Pada thn 1983 dgn bendera CV Abadi Medical & Dental membuka toko yg menjual alat2 kedokteran di Senen Raya, Jakarta.
Menempati ruangan 7X3 m2, beromzet sekitar Rp 400 rb perhari. Tapi toko tsb hanya berumur 2 thn. Terpaksa ditutup kata CT, tanpa bersedia menjelaskan sebabnya.

Pensiun dari CV Abadi, CT ditawari kerja diperusahaan baja yg baru berdiri. Mengurus soal perijinan.Setahun kemudian pindah keperusahaan industri rotan. Di PT Varia Intan Pastika, CT menduduki posisi Direktur.
CT berkenalan dgn Untung Sentausa,waktu mengurus pencairan kredit di bank tempat Untung bekerja.CT disarankan untuk membuka usaha sendiri.
Hasilnya, beberapa minggu berteman dgn Untung, lahirlah Parshi.

Setahun kemudian, CT mengambil alih PT Tara RoofindoGraha,sebuah perusahaan genteng yg nyaris bangkrut.CT dan mitranya A Husni Basuni menanam investasi sebesar Rp 300 jt. Awalnya penjualannya sulit. Tetapi lama kelamaan mampu menjual 50 rb m2 dipasar domestik tiap bulan .Dan 100 rb m2 utk eksport.

GP juga merambah industri kertas sembahyang untuk eksport .Pada thn 1990 ,PT Parasanti Sekardana (Parse) dengan investasi Rp 5 M. Investasi semua dari bank.
Pada thn yg sama mendirikan PT Pasarini Padibumi dgn investasi Rp 9 M. Investasi 60% dari Bank Exim.Perusahaan ini memproduksi sandal untuk eksport.
Bersambung.... tunggu tanggal mainnya..

Salam sukses,

Owner grosir busana wanita. 

 

Sumber http://harrysuharto.blogspot.com/2007/08/profil-bisnis-2.html.

 

 

No comments:

Post a Comment